Menghormati Orangtua Atau Mengasihi Allah?

Image by Sasin Tipchai from Pixabay
 


Menghormati Orang Tua Atau Mengasihi Allah? Apa Kata Alkitab?

 

Pendahuluan

Pembahasan kali ini berbicara mengenai menghormati orang tua atau mengasihi Allah? Mengapa saya membahas ini? Karena ada banyak orang yang hanya menghormati orang tua tapi tidak taat kepada kebenaran firman Tuhan, bukankah menghormati orang tua adalah taat kepada kebenaran? Tentu, masalahnya apakah kita harus menghormati orang tua dalam segala hal? Bahkan dengan dosa yang mereka lakukan juga harus kita hormati? Apakah tidak ada batasan dalam menghormati orang tua? Memang menghormati orang tua adalah perintah Tuhan, tapi ingat bahwa kita juga harus mengasihi Allah, maka sudah pasti ada batasan-batasan dalam menghormati orang tua, sekarang kita tinggal melihat saja dari kebenaran firman Tuhan.

Pembahasan

Perintah menghormati orang tua keluar di Keluaran 10:12 tercatat dalam hukum Taurat. Upah dari menghormati orang tua ialah supaya kita bisa berumur panjang di dunia ini, ini adalah janji Taurat, namun apakah kita masih terikat dari hukum Taurat? Efesus 2:15-16 menjelaskan bahwa kematian Tuhan Yesus di kayu salib telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya. Segala perintah yang ada di hukum Taurat itu telah di batalkan maka dengan demikian kita tidak lagi di tuntut untuk menghormati orang tua, hukum itu tidak berlaku lagi pada masa kini karena kematian Kristus telah membatalkannya.

 

Mengingat hukum Taurat telah di batalkan oleh kematian Kristus maka kesepuluh hukum tersebut tidak lagi berlaku dan kita tidak lagi perlu menghormati kedua orang tua kita, meskipun ada ayat-ayata perjanjian baru yang mengajarkan kita untuk menghormati orang tua ayat-ayat itu tidak lagi sebuah perintah, bukan lagi sebuah hukum, melainkan hanya sebuah ajakan.

 

Lalu Yesus mengajar bahwa hukum yang terutama bahwa kita harus mengasihi Allah, dan hukum yang kedua ialah mengasihi sesama manusia hal ini tertulis pada Matius 22:37-40. Yang terutama adalah mengasihi Allah dan hukum kedua ialah mengasihi manusia, maka dengan demikian kita tidak boleh mengasihi manusia melebihi dari kasih kita kepada Allah. Karena jika kita mengasihi manusia melebihi kasih kita kepada Allah maka kita telah melanggar hukum yang pertama.

 

Jika kita menghormati orang tua maka yang kita hormati adalah yang sewajarnya saja, jangan sampai kita menghormati orang tua yang tidak beres di hadapan Allah, jangan sampai kita menghormati perbuatan dosa mereka. Jika kita menghormati mereka dengan perbuatan dosa mereka maka sama saja dengan kita tidak mengasihi Allah. 1 Yohanes 5:2-3 menjelaskan bahwa kasih kepada Allah itu mentaati perintah-perintah-Nya, Yohanes 14:15 Tuhan Yesus mengatakan bahwa kalau orang mengasihi Allah maka ia akan senang melakukan perintah Tuhan.

 

Mengasihi Allah itu bukan seperti kita mengasihi sesama dengan mengatakan aku mengasihi kamu, tetapi mengasihi Allah ialah kita melakukan kebenaran firman Tuhan, kita membenci kejahatan dan dosa, namun jika kita menghormati dosa maka kita tidak mengasihi Allah. Ada anak-anak yang menghormati orang tua dengan kejahatannya dengan alasan mereka harus menghormati orang tua, tentu ini adalah tindakan yang salah karena yang kita hormati adalah perbuatan dosa. Jika yang di hormati adalah perbuatan dosa maka ia tidak mengasihi Allah dan telah melanggar perintah yang pertama. Oleh karena itu, sebagai anak-anak kita harus berhati-hati dalam menghormati orang tua, kita tidak boleh menghormati orangtua dalam segala hal, jangan terhadap dosanya pun kita hormati karena itu bukanlah sebuah kebenaran.

 

Amsal 1:10 dengan bijak mengajar kepada kita bahwa janganlah kita menurut terhadap bujukan orang yang berdosa. Jangan biarkan saudara-saudaramu yang menghormati keberdosaan orang tuanya mengajak kamu juga untuk menghormati keberdosaan mereka. Jika kamu melakukannya maka kamu tidak mengasihi Allah. Alkitab sendiri terus mengingatkan kita untuk tidak berdosa, 1 Korintus 8:12 sendiri mengatakan bahwa kalau ada saudara yang berdosa terhadap engkau maka saudara tersebut telah berdosa di hadapan Kristus. Jadi jika saudara-saudaramu memaksa engkau untuk menghormati keberdosaan orang tua maka mereka telah berdosa di hadapan Allah, mengapa? Karena engkau mengetahui kebenaran, engkau tahu ada batasan dalam menghormati orang tua dan engkau tau mengasihi Tuhan adalah yang terutama daripada menghormati mereka, oleh karena itu mereka telah melukaimu dan itu adalah perbuatan dosa yang mereka kerjakan.

 

Yohanes 10:35 Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia datang untuk memisahkan orang dari Ayahnya, apa maksudnya ini? Maksudnya tertera dengan jelas dalam ayatnya yang ke 37 dikatakan bahwa “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku, dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku”. jadi kita harus membatasi diri kita dengan orang tua, jika kita mengasihi mereka berlebihan bahkan dengan segala dosa-dosanya itu maka kita tidak lagi mengasihi Allah, maka kasih kita lebih besar kepada manusia dan itu adalah dosa.

 

Dengan demikian maka sudah pasti kedatangan Tuhan Yesus itu membuat hukum Taurat di batalkan, dan kita tidak lagi di tuntut untuk menghormati orang tua karena yang terutama ialah kita harus mengasihi Allah, kasih kita sebagai anak kepada orang tua tidak boleh berlebihan, apalagi sampai dengan segala dosa yang mereka perbuat pun kita hormati, tentu itu adalah penyimpangan dari kebenaran firman Tuhan.

 

Saya sebagai orang yang berdosa, dan saya benar-benar mengakui keberdosaan saya di hadapan Allah dan bukan di hadapan manusia. Meskipun begitu, bukan berarti menjadi sebuah alasan bagi saya untuk hidup di dalam dosa dan melanggar ketetapan firman Tuhan, saya tentu akan berusaha semaksimal mungkin untuk mentaati kebenaran yang sejati. Karena ada perintah untuk tidak menghormati orang tua atau mengasihi orang tua lebih daripada kita mengasihi Kristus maka saya melakukan firman ini, dengan menolak keberdosaan orang tua, dengan tidak menghormati keberdosaan mereka. Namun saudara-saudaraku yang tersesat, yang jauh dari kebenaran memaksa ku untuk melanggar kebenaran firman Tuhan, tentu ini menjadi polemik dalam diri saya. Namun saya yakin Tuhan Maha Melihat, dan saya yakin penindasan yang saya alami ini pasti akan Tuhan balaskan, pembalasan hanya Tuhan saja yang berhak, Ialah Allah penuntut balas Roma 12:19.

 

Mereka telah menghakimiku dan menyeret ku kedalam relung dosa, namun dengan iman saya meyakini seperti Lot yang di selamatkan oleh Allah maka penyelamatan Allah juga terjadi dalam hidup saya, 2 Petrus 2:7 menuliskan bahwa Lot adalah orang benar yang menderita karena orang-orang yang tidak mengenal hukum dan ia di selamatkan oleh Allah.

 

Penutup

Saudara-saudaraku, jika anda tertindas oleh saudara-sauda anda yang memaksa anda untuk menghormati keberdosaan orang tua maka ingatlah terus akan kebenaran firman Tuhan, jangan biarkan kita mengasihi manusia secara berlebihan, kasihilah Allah maka imanilah kita akan diselamatkan seperti Lot yang menderita karena kebenaran, kita yang hidup oleh kebenaran maka kita sedang mengasihi Allah dan tentu Ia mengasihi kita, maka jangan khawatir, penindasan yang kita alami akan di balaskan oleh Allah yang mengawasi, Allah yang Maha Melihat tidak akan membiarkan hal ini terjadi begitu saja.

 

Entah mengapa ketika kita berusaha untuk melakukan kebenaran firman Tuhan justru kita malah di tindas, apakah ini adalah permainan si jahat? Tentu saja ia, permainan si jahat tergerak dalam ajaran sesat yang membelenggu setiap anak untuk melakukan hukum Taurat, oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk memahami kebenaran firman Tuhan supaya kita tidak di ombang-ambingkan oleh pengajaran yang sesat dan juga tidak di tipu dengan muslihat guru-guru palsu yang merupakan antek-antek dari si jahat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak