Teologi Kemakmuran di Jemaat Laodikia Wahyu 3:14-22
Pendahuluan
Teologi kemakmuran adalah salah satu doktrin yang di tentang oleh Kristus karena teologi ini mengajak jemaat untuk memfokuskan hati dan pikirannya kepada materi duniawi, sehingga mereka mengikut Kristus bukan karena panggilan atau pilihan mereka, tetapi mereka ikut Kristus supaya mendapat berkat jasmani dan mereka menggunakan Matius 6:33 sebagai dasar dari iman mereka ini, padahal teologi kemakmuran ini adalah sebuah penyesatan yang harusnya kita hindari.
Tuhan Yesus telah menegur kepada jemaat di Laodikia mengenai kemakmuran melalui tulisan Yohanes dalam kitab Wahyu ini. Dengan nyata dan jelas Tuhan Yesus menegur gereja yang mengejar hal-hal materi daripada yang utama yaitu kerohanian kita, namun masih juga gereja saat ini mengejar kemakmuran duniawi.
Pembahasan
Wahyu 3:17 mengatakan;
17Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
Kata aku kaya dalam teks Yunaninya adalah plousious yang artinya adalah kaya dalam hal materi. Gereja Laodikia memfokuskan diri pada kekayaan materi dengan mengatakan “aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apapa”, gereja semacam ini mendapat teguran dari Tuhan Yesus dan Ia mengatakan bahwa;
18maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat
Tuhan Yesus tidak ingin kita mengejar kekayaan materi dunia ini, tetapi Ia ingin agar kita untuk mengejar kekayaan rohani yang menyelamatkan kita dari penghukuman kekal. Padahal sebelumnya Tuhan Yesus telah mengajarkan hal ini dalam kitab injil Matius 6:19-24 dengan jelas di ajarkan kepada kita untuk tidak mengumpulkan harta dunia, karena hati kita akan lebih memilih kepada harta dunia dan tidak memilih kepada jalan keselamatan dan bahkan kita tidak bisa melayani dua tuan.
Wahyu 3:19 Tuhan Yesus untuk bertobat dari jalan yang tidak benar tersebut, kita harus meninggalkan harta duniawi dan fokuskan diri kepada kekayaan sorgawi, ayat 22 mengatakan bahwa kita harus mendengarkan pengajaran Roh Kudus ini, kita telah di peringatkan oleh Kristus untuk tidak terfokus kepada ajaran teologi kemakmuran, kita harus bertobat dan meninggalkannya, namun hingga kini masih banyak sekali gereja yang mengutamakan ajaran teologi kemakmuran.
Wahyu 3:21 Tuhan Yesus menjanjikan keselamatan bagi kita jika kita berada di jalan yang benar, mengikuti perintah Tuhan dan meninggalkan harta dunia, namun gereja tetap saja mengagungkan teologi kemakmuran, gereja-gereja ini jika mereka tidak bertobat hingga pada akhirnya maka mereka telah kalah dan tentu mereka tidak mendapat janji seperti yang di janjikan Kristus kepada jemaat Laodikia.
Inilah yang di maksud sebagai gereja yang suam-suam kuku, artinya ialah gereja ini tidak memilih antara kekayaan sorgawi dan kekayaan duniawi, mereka melayani keduanya, padahal Tuhan Yesus telah mengatakan bahwa kita tidak bisa melayani Tuhan dan Mamon pada saat yang bersamaan. Namun gereja Laodikia menjadi suam-suam kuku dan akhirnya mereka tidak mendapat kasih Kristus, Yesus mengatakan “Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku” (ay.16).
Jika gereja-gereja saat ini masih saja suam-suam kuku, tidak memilih Tuhan daripada Mamon atau malah melayani Tuhan dan Mamon maka mereka akan di muntahkan Tuhan dari mulut-Nya, artinya keselamatan tidak mendapat bagian dari mereka karena mereka melayani dua Tuan.
Jika gereja itu suam-suam kuku maka artinya gereja tersebut tidak bertobat sama sekali, mereka hidup didalam dosa dan tidak mau berubah menjadi pribadi yang hidup di dalam Roh. Jika gereja memiliki Roh maka gereja itu pasti akan memanifestasikan buah-buah Roh Galatia 5:22-23, tidak mungkin gereja akan memanifestasikan buah-buah kedagingan Galatia 5:19-21.
Jika gereja memang adalah pengikut-pengikut Kristus maka mereka akan mengenal suara Kristus dan sudah seharusnya gereja mengikuti ajaran-ajaran Kristus Yohanes 10:27. Jika gereja tidak mendengar ajaran Kristus maka gereja tersebut tidak mengikuti Kristus dan mereka adalah gereja palsu yang menyesatkan kita sehingga kita kehilangan kasih Kristus.
Aliran pantekosta sendiri adalah salah satu aliran yang saat ini menganut ajaran teologi kemakmuran, setiap kotbahnya pasti selalu ada pembahasan tentang berkat-berkat Allah, selalu membahas tentang janji-janji Allah, berkat dunia menjadi pembahasan yang sering di dengar. Doa Yabes sendiri menjadi lagu yang populer dari aliran pantekosta ini dan di gunakan sebagai lagu penutup ibadah, seolah-olah menjadi lagu yang akan memberkati jemaat.
Persembahan persepuluhan dan persembahan buah sulung pun menjadi sarana jemaat untuk mendapatkan berkat yang melimpah-limpah, tentu hal ini di ajarkan oleh pendeta gereja lokal tersebut. Jemaat yang melayani Mamon pun merasa senang dan merasa diberkati mendengar kotbah-kotbah kemakmuran, dan memberi perpuluhan dan buah sulung bukan untuk pengorbanan tetapi untuk mendapatkan balasan berlipat kali ganda dari Tuhan, tentu gereja semacam ini ada dan banyak sekali.
Selain kita tidak bisa melayani Mamon kita tidak boleh mengumpulkan harta dunia bukan karena ajaran yang mengasal saja, ada hikmat di balik semua ini. 1 Timotius 6:10 menuliskan bahwa uang adalah sumber kejahatan, uang adalah sumber dosa oleh karena itu kita di ajarkan Kristus untuk menjauh darinya. Kita yang adalah ekklesia di panggil dari kegelapan menuju terang maka tidak lagi kita kembali kepada kegelapan, oleh karena itu kita harus memisahkan diri kita dari harta duniawi supaya kita tidak kembali kepada jalan yang gelap itu.
Penutup
Kita sebagai pengikut-pengikut Kristus yang mengenali suara Kristus maka kita harus mentaati ajaran Kristus ini, jika kita di ajarkan untuk meninggalkan teologi kemakmuran maka kita harus meninggalkannya, maka kita harus memilih kekayaan rohani, berkat rohani yaitu keselamatan kita daripadad Mamon yang tidak dapat menyelamatkan kita. Mengapa kita harus memilih Tuhan dan meninggalkan Mamon? Karena hati kita tidak bisa meninggalkan harta benda dunia, kita akan sangat menyayanginya, dan Tuhan mengatakan bahwa kita tidak bisa melayani keduanya, kita tidak bisa menjadi suam-suam kuku, oleh karena itu kita harus memilih, Tuhan Yesus atau Mamon? Jika kita memilih Tuhan Yesus maka kita akan beroleh selamat, jika kita memilih Mamon atau kita menjadi suam-suam kuku maka kita tidak beroleh selamat.
Titus 2:11-12 kita di didik untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, maka kita harus mentaati ajaran Yesus ini.
